Rumah Ibadah Ganggu Istirahat
Kasus yang diberitakan oleh Detik di bawah ini sebenarnya tak perlu terjadi jika para pengurus mesjid ikut kode etik yang diedarkan Departemen Agama tentang penggunaan pengeras suara di tempat ibadah. Dalam kode etik itu (seingat saya) disebutkan antara lain bahwa pengeras suara yang kegunaannnya untuk orang-orang yang di dalam tempat ibadah–bukan untuk ditujukan kepada orang-orang di luar–hendaklah menggunakan pengeras suara yang mengarah ke dalam saja.
Beribadah adalah perbuatan yang mulia, tapi pelaksanaannya jangan sampai mengurangi pahalanya yakni dengan mengganggu kepentingan orang lain.
…
29/05/2008 13:02 WIB
Labrak Pengajian, WN Amerika Minta Maaf
Chaidir Anwar Tanjung - detikcom
Pekanbaru - WNA yang melabrak pengajian di Masjid Al Muhsin ternyata berasal dari AS. Warga asing ini pun akhirnya meminta maaf kepada pengurus masjid atas peristiwa tersebut.
Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh warga negara Amerika bernama Ryan (2
kepada pengurus masjid Al Muhsin di Komplek Asrama Pancasila Jl Sutomo Pekanbaru. Pertemuan itu berlangsung tadi malam, Rabu (29/05/200
pukul 22.00 WIB.
Usai pertemuan di masjid, Ryan didampingi sejumlah pengurus yayasan les bahasa Inggris dan pihak PT Mutiara yang mempekerjakan Ryan menggelar jumpa pers.
Di hadapan wartawan, Ryan hanya berbicara singkat menyataan permintaan maaf. Ryan hanya berbicara sekitar 3 menit yang selanjutnya meninggalkan ruangan jumpa pers yang dilaksanakan di salah satu restoran di Jl Sisingamangaraja, Pekanbaru.
Pihak sponsor PT Mutiara, Ny Linda yang mewakili Ryan, mengklarifikasi, bahwa warga negara Amerika datang ke masjid tidak marah-marah. Kehadirannya ke masjid hanya karena merasa terganggu oleh bisingnya suara dari masjid. Sehingga Ryan mempertanyakan ada acara apa di masjid tersebut. “Tapi tidak ada melabrak,” ucap Linda.
Linda mengakui bahwa Ryan bekerja sebagai guru bahasa Inggris di salah satu yayasan. Takut isu labrak pengajian ini dimafaatkan pesaing kursus bahasa Inggris lainnya yang ada di Pekanbaru, Linda eggan menyebutkan tempat Ryan bekerja.
“Saya kira tidak perlulah kami sebutkan di mana Ryan bekerja. Intinya kan Ryan sudah meminta maaf atas semua peristiwa itu. Mohonlah wartawan tidak mengembangkan ke isu yang lainnya,” pinta Linda.
Sedangkan pihak pengurus masjid, ustadz Husein dalam pertemuan itu menjelaskan, kehadiran Ryan ke masjid memang merasa keberatan atas pengeras suara tersebut. Husein menyebutkan, warga di sekitar masjid selama ini tidak pernah ada yang keberatan dengan pendidikan subuh yang dilaksanakan setiap hari Minggu pagi.
“Selama ini warga tidak pernah ada yang komplain,” kata ustadz Hesein. Namun demikian, antara pengurus Masjid Al Muhsin dengan warga negara AS itu sudah saling memaafkan. ( cha / djo )
Baca Juga